gitar

Semua Tentang Gitar yang Perlu Diketahui Setiap Gitaris

Untuk meraih estetika tertentu dalam berkarya seni, seorang seniman harus benar-benar paham akan sarana-sarana yang ia gunakan, termasuk para gitaris. Kebanyakan gitaris hanya fanatik pada suatu produk hanya karena dipakai oleh idolanya. Ini tentu tidak sepenuhnya dapat dimaklumi, kecuali ia tahu betul mengapa sang idola memakai gitar tertentu. Yngwie Malmsteen dengan Stratocasternya, atau Matt Bellamy dengan Cortnya, misalnya, walaupun mereka memakai gitar tersebut karena terikat kontrak dengan produsen gitar, mereka tidak akan begitu saja menggadaikan karya seninya hanya agar meraup untung dengan mempromosikan produk tertentu. Bahkan, sebenarnya justru produk-produk itu yang mengikuti kebutuhan sound sang gitaris.

Piezoelectric

Terkadang kita masih bingung akan penyebutan jenis gitar. Pasalnya, ada gitar akustik yang diberi pick-up yang kemudian sering orang menyebutnya “akustik-elektrik”. Pick-up yang dipakai pun bisa macam-macam, bisa piezoelectric, bisa juga magnetic. Piezoelectric tidak terlihat karena ditanam di bagian bridge. Berbeda dengan magnetic yang dipasang diantara bridge dan fretboard.

8e04daee364192cc58c8697a20ed9b11

 

Secara umum, magnetic pick-up dibagi menjadi dua, yakni single-coil dengan suara renyah dan double-coil dengan suara yang tebal. Seiring berjalannya waktu, berbagai magnetic pickup berkembang menjadi berbagai macam dengan suara khasnya sendiri-sendiri. Biasanya, setiap gitar elektrik diperkaya dengan dua atau tiga pickup yang masing-masing menangkap suara yang berbeda-beda dari senar yang dibunyikan. Semakin ke arah fretboard, suara semakin renyah, sebaliknya semakin ke arah bridge semakin tebal. Musisi dapat mengatur kombinasi suara pickup dengan volume atau saklar. Adapun mengenai pasif dan aktif, bukan dari pick-up, melainkan instalasi yang ditambahi beberapa komponen untuk membuat suatu pick-up menjadi aktif. Instalasi pick-up EMG berikut ini bisa menjadi gambaran.

Pickup EMG Active

Untuk gitar akustik, body sangat berpengaruh terhadap suara yang dihasilkan, terutama bahan yang dipakai. Semakin padat dan keras bahannya, semakin nyaring pula suara yang dihasilkan. Ada dua macam bahan yang biasa dipakai, yakni solid dan non-solid. Solid merupakan bahan yang benar-benar dipotong dari pohon dan dibentuk tipis sesuai kebutuhan. Biasanya bahan semacam ini relatif mahal dan sulit dicari, akan tetapi suara yang dihasilkan lebih baik daripada non-solid.

Bukan berarti non-solid menghasilkan suara yang buruk, sebab ia dibuat sedemikian rupa menyerupai solid. Bahan non-solid diproduksi oleh pabrik dan distandarisasi untuk layak menjadi tonewood, kelebihan gitar yang memakai bahan ini, selain lebih terjangkau, suaranya pun tidak kalah. Sedangkan untuk gitar elektrik bahan body tidak terlalu berpengaruh, kecuali gitar elektrik dengan hollow body. Adapun mengenai neck, bahan tidak mempengaruhi suara. Neck membutuhkan bahan yang keras dan kokoh, agar tidak bengkong. Biasanya neck memakai bahan maple atau mahogany. Untuk lebih memperkokoh, ditanamlah truss rod.

truss rod

 

Ahmad Syarifudin

Menggeluti dunia musik sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, kini menempuh kuliah di Sastra Indonesia FIB UGM. Sehari-hari berceracau di soundcloud.com/saltandpaper, @bukubercerita, dan filosofisemu.wordpress.com.