pos

Musisi yang Patut Diteladani dalam Aransemen Ulang Lagu

Tren dalam membuat aransemen ulang lagu semakin tidak terbendung. Alat produksi kini semakin terjangkau dan membuat setiap orang memungkinkan memproduksi rekamannya sendiri. Biasanya, bagi para musisi pemula kurang percaya diri membawakan lagunya sendiri, oleh sebab itulah mereka membawakan lagu orang lain dalam bentuk yang berbeda. Akan tetapi, tidak banyak yang benar-benar berhasil dalam mengaransemen lagu. Justru beberapa diantaranya bahkan merusak makna lagu dan membuatnya tidak lagi enak didengar. Berikut ini beberapa musisi yang patut diteladani dalam aransemen ulang lagu. Mereka benar-benar mengerti bagaimana membuat komposisi nada yang baik, memberi kesan segar di lagu yang dibawakan, tanpa menghilangkan maksud awal lagu itu dibuat.

 

1. Trio Lestari – Nurlela

Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Adi Bing Slamet pada tahun 1959. Dibawakan oleh tiga penyanyi legendaris Tompi, Glenn Fredly, dan Sandhy Sandhoro, lagu ini berhasil tampil muda kembali. Karakter mereka yang beraneka macam membuat lagu ini terasa berwarna.

 

2. Memes – Juwita Malam

Lagu yang diciptakan seorang maestro kenamaan Ismail Marzuki ini memang sudah akrab di telinga orang Indonesia. Lagu ini termasuk paling sering diaransemen ulang. Sekalipun demikian, Memes berhasil membawakan kembali lagu itu dan membuatnya kontekstual. Berbeda dengan Trio Lestari yang mengubah total lagu yang diaransemennya, Memes memilih membawakan lagu itu seotentik mungkin. Sebab, terkadang dalam kesederhanaan aransemen itulah lagu itu dapat dipertahankan esetetikanya.

 

3. White Shoes and The Couple Company – Aksi Kucing

Barangkali tidak banyak yang tahu kalau lagu ini hasil dari aransemen ulang lagu keroncong Oey Yok Siang. Lagu ini diciptakan dan populer tahun 1950-an. Jika diperhatikan, liriknya sebenarnya bermakna satir, menyindir penguasa yang berebut kekuasaan. Dengan kelihaiannya, ia berhasil mengemas lagu ini tetap menyenangkan dan asyik untuk didengarkan tanpa siapa pun dapat menuntut. White Shoes and The Couple Company dalam hal ini cukup berhasil membawakan kembali dengan nuansa jazz vintage, mengingatkan kita akan karya besar yang sempat terpendam lama.

4. Tulus – 1000 Tahun Lamanya

Lagu ciptaan Pongky Barata ini awalnya dipopulerkan oleh Jikustik. Tulus berhasil membawakannya kembali dengan karakter suaranya yang lebih halus dan meliuk-liuk.

5. Endah ‘n Rhesa – Untuk Dikenang

Lagu ini menjadi terkesan minimalis setelah dibawakan Endah ‘n Rhesa. Suara vokal Endah yang eklektik membuat lagu ini terkesan unik.

Denada Nataswara

Berminat mendalami alat musik gitar sejak menengah atas sebagai sarana untuk mensyiarkan agama islam tanpa merendahkan orang lain. Email: denadanataswara@gmail.com