guitar-74606

Jenis Kayu untuk Pembuatan Gitar

Bahan dasar dari sebuah gitar adalah kayu. Kayu-kayu ini tidak asal-asalan karena akan mempengaruhi kekuatan gitar dan kualitas suara yang dihasilkan. Jenis kayu untuk pembuatan gitar adalah sebagai berikut :

  1. Mahogany (Mahoni)
    Pohon yang termasuk dalam suku Meliaceae umumnya berwarna coklat kemerahan serta memiliki serat yang halus dan padat. Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm. Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir. Kulit luar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik. Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, Pohon Asam, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampai Panarukan.

texture Mahogany

  1. Maple
    Pohon maple umumnya tumbuh 10-45 m. Maple disebut juga tonewood, atau kayu yang membawa gelombang suara dengan baik, dan digunakan dalam berbagai alat musik. Maple lebih keras dan memiliki suara yang lebih terang dari Mahoni. Biasanya hanya dipakai dalam beberapa bagian, semisal neck dan fingerboard. Jarang instrumen yang menggunakan maple secara keseluruhan, karena bobotnya cukup berat.
  2. Rosewood (Sonokeling)
    textureRosewood
    Sonokeling atau sanakeling adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras dan indah, anggota dari suku Fabaceae. Teksturnya cukup halus, dengan arah serat lurus dan kadang kala berombak. Kayunya yang berbobot sedang dan berkualitas tinggi itu dalam perdagangan dikenal sebagai Indian rosewood, Bombay blackwood atau Java palisander (Ingg.), palisandre de l’Inde (Prc.); dalam klasifikasi Indonesia digolongkan sebagai kayu sonokeling. Di Jawa, dikenal varian yang dinamai sonobrit dan sonosungu. Pohon berukuran sedang hingga besar, tingginya 20-40 m dengan gemang mencapai 1,5-2 m. Tajuk lebat berbentuk kubah, menggugurkan daun. Pepagan berwarna abu-abu kecoklatan, sedikit pecah-pecah membujur halus. Di Indonesia, sonokeling hanya didapati tumbuh liar di hutan-hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian di bawah 600m dpl., terutama di tanah-tanah yang berbatu, tidak subur, dan kering secara berkala. Tumbuh berkelompok, namun tidak terlalu banyak, di hutan-hutan musim yang menggugurkan daun-daunnya di waktu kemarau.
  3. Spruce
    texture Spruce
    Pohon mirip cemara ini merupakan pohon dari genus Picea, genus dari sekitar 35 spesies pohon cemara konifer dalam keluarga Pinaceae, ditemukan di utara beriklim sedang dan boreal (taiga) daerah bumi. Pohon berukuran besar, 20-60 meter (66-197 kaki) ketika dewasa, dan berbentuk kerucut. Jarum, atau daun, melekat sendiri ke cabang-cabang secara spiral, masing-masing jarum pada struktur pasak-seperti kecil yang disebut pulvinus. Jarum adalah gudang saat berusia 4-10 tahun, meninggalkan cabang kasar dengan pulvinus tetap.
  4. Nato
    Kayu Nato adalah nama kolektif untuk kayu dari pohon Mora. Spesies yang paling terkenal adalah Mora Excelsa dan Mora gonggrijpii ( Morabukea ). Di Indonesia juga disebut nyatoh, dari pohon Gutta (genus Palaquium spp.). Tekstur Mora dapat bervariasi dengan coklat kemerahan menjadi warna dominan , dengan garis-garis gelap maupun terang. Kayu dari pohon ini memiliki kepadatan yang cukup tinggi sehingga kuat dan tidak mudah rusak.

Ahmad Syarifudin

Menggeluti dunia musik sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, kini menempuh kuliah di Sastra Indonesia FIB UGM. Sehari-hari berceracau di soundcloud.com/saltandpaper, @bukubercerita, dan filosofisemu.wordpress.com.