img1

Ini yang Harus Dilakukan Komposer Muda

Banyak orang lebih memilih mati-matian meniru permainan musisi yang sudah terkenal daripada memainkan musiknya sendiri. Padahal, sampai kapan pun mereka tak akan bisa, karena tiap orang itu unik. Selain itu, jika kegiatan bermusik adalah kegiatan meniru, lari ke mana kreativitas dan wawasan estetika itu? Kalau pun bisa memainkan komposisi yang mirip lalu diunggah di Youtube, misalnya, siapa yang bakal mendengarkan? Buat apa mendengarkan pemain ‘KW’ kalau mendengarkan pemain asli saja bisa?

Maka dari itu,  kini saatnya para musisi-musisi muda beralih dari sekedar membawakan lagu orang, dan memohon-mohon orang lain mendengarkan, ke semangat orisinalitas dengan percaya diri memperdengarkan lagunya sendiri. Dewa Budjana, Tohpati, maupun Balawan, mereka dikenal karena karya-karyanya. Tentu saja keterkenalan mereka juga karena skill yang dimiliki, tapi jika skill composing tidak dipunyai, nama mereka tidak akan dikenal banyak orang. Kita memiliki banyak komposer handal yang skill-nya biasa-biasa saja, misalnya Iwan Fals, Ebiet G Ade, dll. Beberapa diantaranya bahkan dikenal merupakan pemain musik yang buruk, sebut saja Ahmad Dhani dan Chrisye. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keahlian dalam mengkomposisikan lagu.

Berikut ini beberapa keahlian yang wajib dimiliki seorang komposer:

  1. Mendengarkan lagu-lagu yang long-lasting dan banyak diapresiasi. Pada dasarnya, musik adalah hasil dari ketegangan antara konvensi dan inovasi. Setiap pencipta mulanya adalah pendengar yang tidak puas atas lagu-lagu yang didengarnya, sehingga ia menciptakan lagu yang membuat ia puas.
  2. Membaca karya sastra. Tentu saja inspirasi lirik bisa dari mana saja, tapi sastra memiliki cara-cara lain dalam menyampaikan sesuatu, dengan gaya bahasa yang khas. Lirik yang indah dapat menjadi kekuatan dari suatu lagu. Ini berlaku jika kamu ingin menciptakan lagu berlirik.
  3. Belajar membaca dan menulis partitur. Ini berlaku jika kamu ingin memproduksi musik secara kolektif. Satu komposisi musik yang baik adalah komposisi yang dipikirkan matang-matang, mulai dari ritme, melodi, harmonisasi, dll. Dengan menyusun partitur masing-masing instrumen, musik yang dihasilkan bisa benar-benar tepat dan sesuai keinginan.
  4. Eksplorasi kemungkinan komposisi yang unik. Ini akan sangat bergantung musik macam apa yang kamu usung. Akan tetapi, tidak ada salahnya mencari referensi lagu yang lain daripada yang lain, misalnya bernuansa eklektik, realistik, dll. Ini akan membantu kamu mendapatkan inspirasi, sehingga karyamu mengandung unsur kebaruan.

Teknologi yang semakin beragam dan terjangkau memungkinkan siapa saja memproduksi musiknya sendiri. Apalagi jaringan cyberspace membuat karya-karya bisa muncul ke permukaan dan unjuk kebolehan. Satu-satunya hal yang akan membuat satu karya menonjol daripada yang lain adalah orisinalitasnya. Semakin orisinil karya itu, semakin tinggi apresiasi yang akan didapat.

 

Ahmad Syarifudin

Menggeluti dunia musik sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, kini menempuh kuliah di Sastra Indonesia FIB UGM. Sehari-hari berceracau di soundcloud.com/saltandpaper, @bukubercerita, dan filosofisemu.wordpress.com.