dara

Dara Puspita yang Mengguncang Eropa

 

888b02cd_dara puspita - list

Nama Dara Puspita dalam kancah musik tanah air kita hari ini, mungkin tidak sepopuler nama Koes Bersaudara atau God Bless. Meskipun begitu, grup musik asal Surabaya ini pernah memukau panggung musik Eropa di medio 60-an. Titiek Adji Rachman, Lies Soetisnowati Adji Rachman, Susy Nander, dan Ani Kusuma, perempuan-perempuan luar biasa inilah yang boleh dibilang sebagai bibit-bibit awal munculnya lady rocker di tanah air.

Perjalanan musik mereka dimulai pada tahun 1964, dengan album pertama yang berjudul Jang Pertama. Album sederhana yang dirilis dalam bentuk piringan hitam. Di album ini, Yok Koeswoyo dari Koes Bersaudara turut menyumbang satu buah lagu berjudul Tinggalkan Aku Sendiri. Karakter musiknya sendiri masih sangat kendara pengaruhnya dari musik-musik rock Barat seperti Everly Brothers atau Rolling Stones, yang memang saat itu sedang cukup populer di kalangan anak muda.

Kurang dari empat tahun sejak awal terbentuknya, Dara Puspita telah memikat banyak penggemar baik di tanah air sendiri ataupun di negara lain. Aksi panggungnya yang cukup atraktif tak pelak menjadikan Dara Puspita sebagai salah satu grup musik yang ditunggu-tunggu penampilannya. Sebagaimana yang telah dijelaskan di awal, puncak karier Dara Puspita begitu terlihat ketika empat perempuan ini melakukan tur musik ke benua Eropa. Dimulai dari Iran, Jerman Barat, Turki, Hongaria, dan diakhiri di Belanda.

Dalam tur musik ini, tercatat lebih dari 250 pertunjukan di 70 kota telah dilakukan oleh Dara Puspita. Singel Ba Da Da Dum dan Dream Stealer yang lahir di sela-sela kesibukan mereka tampil di London, cukup banyak mendapat sorotan karena mendapat sentuhan tidak langsung dari Collin Johnson yang pernah menangani The Beatles di awal-awal kariernya.

Dara Puspita kembali tampil di panggung musik tanah air pada Desember 1971. Bersama Panbers dan The Rollies, mereka memukau 23.000 penonton yang memadati Istora Senayan pada waktu itu. Setelah kesuksesan tur di Eropa, Dara Puspita kembali memuaskan penggemarnya di tanah air dengan tur di beberapa kota besar pulau Jawa, seperti Malang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan diakhiri di Jakarta. Pertunjukan di Jakarta pada 29 Maret 1972 ini, resmi menjadi akhir dari perjalanan musik Dara Puspita. 

 

Faisal Nur

Menulis untuk menjaga kewarasan // Φ